Yogyakarta,
12 August 2014
Aku memang biasa saja
Aku teman yang biasa saja, yang setiap
hari kau sapa,
Aku di sini selalu jadi teman, aku
yakin itu, tapi apakah aku ini?
Walau sekedar menemanimu ke kantin atau
ke kamar mandi, dengan senang hati aku lakukan, padahal bisa saja kau pergi
sendiri…
Walau sekedar mendengar cerita mu baik
penting atau tidak aku selalu memperhatikan setiap mimik dan alur ceritamu…
Pun mendengar candamu yang lucu ataupun
tidak, aku akan tetap berusaha membuat suasana menjadi riang karena humormu …
Dan ingatkah kau ketika kau sedang
patah hati?
Kau datang padaku dan bercerita, air
mata mu tumpah tanpa malu…
Saat itu aku merasakan dua hal
Pertama aku bersyukur kau telah percaya
padaku, setidaknya kau membuatku merasa lebih dari teman yang biasa saja
Dan
Kedua aku ingin berusaha sekuat tenaga
untuk membuatmu lebih baik
Mungkin aku pemberi nasihat yang buruk,
maafkan aku
Aku akui kadang aku “sedikit” tidak
memperhatikanmu ketika aku terpendam dalam tumpukan rutinitas atau karena aku
harus membagi perhatianku ke selain kamu, aku minta maaf soal itu…
Tapi apakah kau tau? Aku selalu ingin
mendengar kabar darimu, aku selalu mengamati apa yang terjadi padamu, dan aku
selalu mengingatmu, aku tidak lupa teman…
Mungkin aku ini bukan seorang yg hebat,
Atau mungkin aku ini bukan orang ideal
untuk konseling,
Bukan seorang berjilbab besar yang
dapat mendamaikan dengan nasihat – nasihat kesukaanmu,
Aku ini biasa saja, aku sudah bilang…
Aku hanya ingin membuatmu merasa lebih
baik, itu saja…
Dengan pengetahuan yang aku punya,
dengan pelajaran hidup yang aku dapati, dan dengan ilmu agama yg aku punya…
Aku berusaha membuatmu lebih baik dan
tersenyum lagi
Namun terkadang, aku ini terlalu biasa…
Atau bisa jadi aku ini sudah biasa saja
karena aku selalu ada di sekitarmu ,
Sedangkan yang jauh darimu selalu kau banggakan…
Yang jauh darimu selalu kau rindukan…
Kadang aku ingin bertanya padamu
Apakah suatu saat kau akan merindukanku
teman?
Ketika aku jauh…
Ya..
Jauh
Jika caraku untuk selalu membuatmu
lebih baik ternyata kurang baik, maafkan aku
Aku kan sudah bilang… aku seorang
biasa…
Tapi aku adalah orang yang sudah
mengenal baik dirimu (menurutku)
Aku adalah orang yang kau berikan
sebagian kisah hidupmu
Dan aku adalah orang yang dekat yang
tersenyum bersamamu, yang menghapus air matamu, dan yang memelukmu ketika kau
butuh itu…
Aku memang terlalu biasa untuk dirimu
yang luar biasa
Tapi… terimakasih untuk semua hal luar
biasa yg kita ciptakan bersama
Terimakasih telah melakukan hal yang
dalam surat ini aku gambaran, maafkan aku sering kurang memperhatikanmu
sahabatku yang dekat J
-Putri
Nur Fitasari
(Putrinurfita.blogspot.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar